MUNAS DAN RAKERNAS IKAMABI 2013

Written By: himadan

MUNAS DAN RAKERNAS IKAMABI 2013 di Makassar

Mengevaluasi Organisasi dalam Bingkai Silaturahmi, Upaya Penyatuan Visi dan Misi Mahasiswa Kebidanan

Hari Ke-nol: Minggu, 10 Maret 2013

Hari itu, Minggu 10 Maret 2013, saya (nuraini fauziah) diberikan amanah untuk menjadi delegasi dalam Munas-Rakernas Ikamabi 2013 di Makassra dengan tema “Mengevaluasi Organisasi dalam Bingkai Silaturahmi, Upaya Penyatuan Visi dan Misi Mahasiswa Kebidanan”. Malam  sekitar pukul 20.00 WIB, saya sudah menunggu di kampus kentingan UNS gerbang belakang dengan Marina Aji P (Poltekkes Surakarta Angakatan  2011). Tak lama kemudian tibalah teman-teman dari UNS berjumlah 7 orang dan teman-teman dari poltekkes berjumlah 3 orang. Tepat pukul 20.30 WIB kami berangkat dengan menggunakan travel menuju Surabaya.

Hari Pertama: Senin, 11 Maret 2013

Diperjalanan sekitar daerah nganjuk ternyata jalan yang kami lewati macet. Jadi dengan terpaksa kami menunggu hampir sejam untuk melewati jalan itu. Saat itu pukul 01.00 WIB. Karena saya sangat kebelet buang air kecil, saya minta pak sopir untuk berhenti di POM Bensin sebentar. Tapi karena macet, terpaksa saya menahan buang air kecil sampai travel kami jalan dan ketemu POM Bensin.

Akhirnya turun juga saya di sebuah POM Bensin, saat itu jam tangan saya menunjukkan pukul 04.25 WIB. Ternyata untuk sampai bandara Internasional Internasional Juanda lebih kurang 11 Km lagi. Yap, akhirnya kami tiba di bandara Internasional Juanda Surabaya tepat pukul 05.00 WIB. Setibanya di airport, kami langsung segera check-in. Setelah itu kami melaksanakan sholat subuh di mushola bandara.

Pukul 06.00 kami terbang ke Makassar menggunakan pesawat Merpati. Ini baru pertama kalinya saya naik pesawat. Kata orang waktu pesawat naik maupun take off, bunyi mesinnya akan memekakan gendang telinga penumpang. Alhamdulillah ternyata hal itu tidak terjadi pada saya. Akhirnya kami tiba di Sultan Hasanuddin Airport pukul 08.30. Eh, jam tanganku kan masih pakai Waktu Indonesia Bagian Barat, ganti dulu ahh. Oke tepat pukul 09.30 WITA kami tiba di bandara Sultan Hasanuddin. Setibanya disana kami langsung segera menuju Baggage Claim Area. Disini kami akan mengambil bagasi kami, berupa tas ransel, koper, travel bag, maupun barang-barang lainnya yang kami bawa. Asik, lucu banget liat tas-tas pada jalan-jalan muter sendiri-sendiri. Walau muka kami udah pada lusuh, momen foto tetep tak terlupakan.

Pukul 09.10 WITA kami langsung segera keluar menuju pintu depan bandara untuk menunggu jemputan dari panitia UMI. UMI adalah kependekan dari Universitas Muslin Indonesia. Nah institusi inilah yang menjadi penyelenggara acara Munas Rakernas IKAMABI di Makassar, lebih tepatnya mahasiswa kebidanan dan anak-anak FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat) UMI yang menyelenggarakannya.

Kami menunggu penjemputan cukup lama di depan bandara. Karena tak mau westing time, kita sempatkan dulu beli makanan plus foto-foto, hehe. Tak luput juga kami yang sedang menunggu jemputan saling berkenalan disana dengan institusi-institusi lainnya. Yap, pukul 11.00 WITA tibalah mobil yang menjemput kami. Saya dengan segera masuk ke mobil terdepan bersama mbak Cantika, mbak Anima, mbak Indah, mbak Marina, Putrima, mbak Nida’ul, dan mbak Prita. Tuh bayangin aja bakalan seberapa desak-desakannya kami naik mobil jenis Xenia dengan penumpang 8 orang, eh ada satu lagi deng mas nya dari UMI. Total ada 9 penumpang + 1 sopir mbak-mbak dari UMI juga. Bayangi deh, mana bagasi yang belakang dipakai buat naruh koper + tas pula. Subhanallah ya sesuatu banget. Tapi tak apa sudah dijemput saja kami sudah bersyukur.

Diperjalanan kami cerewet banget tuh, banyak nanya-nanya tentang makassar ke mbak sama mas nya UMI. Uh, mungkin mereka bete juga ya dengerin kita banyak tanya, hehe. Tapi kalau saya lihat mereka fun-fun aja tuh ngejawab pertanyaan-pertanyaan yaa yang kadang ga penting. Di tengah jalan tiba-tiba kami melihat seekor kucing yang sedang menyebrangi jalan tol. Dengan refleks kami langsung bilang ke mbaknya “mbak kucingnya jangan ditabrak”. Oke dengan sigap mbak langsung ngerem tuh mobil xenia. “Ciittt”, dalam batinku bilang “aman.. aman”. Eh tau-taunya “Jedaaaarrr”, mobil xenia yang kami tumpangi terasa seperti menabrak sesuatu. Ternyata mobil jemputan yang satunya ngikutin mobil kami dari belakang pas, dan enggak ngerti kalo mobil kami ngerem mendadak. Eh itu mabil satunnya malah kagak ngerem. Ya udah bayaran-bayaran bengkelin bagasi mobil yang peyok. Kepikir, aneh banget ada-adanya kucing nyebrang jalan tol. Mana abis itu kucingnya hilang entah kemana ditelan bumi. Saya rasa itu kucing siluman, maybe.

Akhirnya tiba juga kami di Hotel Celebes Indah Makassar. Walaupun dengan rasa sedikit tegang mengingat kejadian tadi. Ini mbak-mbak nya hotel baik banget lagi, kita datang langsung disuguhi minuman jeruk dingin, uhm seger. Kemudian aya, mbak Anima dan mbak Indah langsung bergegas mengambil kunci kamar menuju ke kamar 222. Enggak tau deh pengaruh apa yang akan saya dapatkan bila harus sekamar dengan mbak Anima. Hehe, maaf mbak Anima cuma just kidding.

Sekedar informasi, fasilitas kamar yang diberikan hotel berupa kamar dengan 3 buah kasur, kamar mandi, televisi, 1 lemari, telepon, meja rias, kaca dan sebagainya. Setibanya di kamar kami bertiga langsung tidur sejenak. Padahal kami beneran berasa lapernya, tapi apalah daya bingung mau makan kemana. Kami sudah selesai mandi dan bergegas turun untuk makan siang. Liat jam, ini mah sebenernya makan sore. Ya begitulah pukul 16.10 WITA kami makan bersama.

Malam harinya sehabis isya’ kita udah siap-siap nih mau ke auditorium UMI mau ngelihat grand opening Munas Rakernas IKAMABI 2013. Karena peserta lumayan banyak dan transportasi terbatas. Terpaksa kami dapat akomodasi paling akhir. Baru deh pukul 20.00 WITA kita berangkat menuju UMI. Setibanya disana kami disambut meriah dengan tarian, nyanyian dan paduan suara dari UMI. Terus ada sambutan-sambutan dari dekanat, pembantu dekan, ketua BEM, ketua Himabid, ketua panitia, dan lain sebagainya.

Yang bikin kami tertarik dengan penampilan mereka yaitu suguhan terakhirnya nih, berupa tarian asli asal makassar , maaf nih saya kurang tau nama tariannya apa. Tapi tenang aja saya sempet jeprat-jepret kok. Setelah serangkaian acara selesai, kami langsung meluncur kembali menuju hotel. Dan tidur.

Hari Kedua: Selasa, 12 Maret 2013

Keesokan harinya baru mulailah acara terpenting, tujuan kami datang ke Makassar. Yap Musyawarah Nasional a.k.a Munas. Sebelumnya ditampilkan dahulu profil IKAMABI dan video perjalanan IKAMABI oleh mbak Ana (Zumroh Hasanah) selaku sekjen IKAMABI 2011-2012. Kemudian perkenalan HPEQ Students. Nah untuk acara selanjutnya sidang tata tertib Munas Rakernas IKAMABI 2013 dipimpin oleh presidium sementara. Untuk selanjutnya pemilihan presidium tetap.

ik

Pemilihan presidium tetap lumayan cukup seru, karena pengaju atau yang diajukan dituntut menyampaikan pengalamannya sebagai presidium. Akhirnya terpilih Cintya (dari UNAIR) sebagai presidium I, Papila (dari UNS) sebagai presidium II, dan Marina (dari Poltekkes Surakarta) sebagai presidium III. Setelah itu dilanjutkan pembacaan dan penyampaian LPJ oleh mbak Ana.

Karena waktu sudah menunjukkan ISHOMA (istirahat sholat makan) maka kami bergegas menuju kamar untuk sholat. Kemudian dilanjutkan makan siang di aula Hotel Celebes Indah, dimana tempat ini juga sebagai tempat rapat sidang. Menurutku makanannya enak, pedes manisnya pas. I like it.

Nah setelah ishoma lanjut lagi yuk, bahas AD ART dan GBHO. Bahas AD ART dan GBHO cukup lama nih, soalnya banyak yang didebatin, sampai malam sih. Baru deh malem sekitar pukul 22.00 WITA sosialisasi calon sekjen tunggal, yaitu Intan Fadlilah dari UNS (angkatan 2011). Disini mbak Intan dikasi pertanyaan gitu mengenai IKAMABI dan wawasan lainnya, selain itu juga mengenai program kerja yang di usung mbak Intan 1 tahun ke depan.

Namun menurut arguments dan statements temen-temen dari IKAMABI, kebanyakan dari mereka kurang setuju Intan menjadi SekJen selanjutnya. Itu artinya mbak Intan gagal lolos sebagai sekjen selanjutnya.

Karena belum didapati sekjen yang baru, dibukalah forum kecil memusyawarahkan siapa kira-kira yang bersedia mencalonkan atau yang pantas untuk dicalonkan. Nah, perwakilan dari Universitas Galuh menunjuk Papila Troika (dari UNS) dan Eka Astuti (dari UNAIR) sebagai calon sekjen. Namun, mbak papila menolak untuk diajukan. Jadi majulah mbak Eka sebagai calon tunggal. Karena melihat hal tersebut Wulan dari Poltekkes Makassar mencalonkan Cintya dari UNAIR untuk bersaing dengan Eka sebagai calon sekjen. Tetapi, mbak Cintya tidak berkenan mencalonkan diri sebagai sekjen. Keputusan akhirnya, mbak Ana memutuskan Intan maju lagi sebagai calon sekjen. Jadi disini ada 2 calon sekjen yitu Eka dan Intan. Mereka diminta presentasi keesokan harinya. Karena ini sudah tengah malam, pukul 00.00 WITA, mbak Ana menutup musyawarah ini, dan meminta kami untuk segera istirahat.

Hari Ketiga : Rabu, 13 Maret 2013

Esok harinya, kita melanjutkan untuk pemilihan sekjen. Mulai dari presentasi, musyawarah untuk memilih, lobying dan terakhir voting, akhirnya dipuskan secara sepakat Sekjen IKAMABI terpilih tahun 2013 jatuh kepada Eka Astuti S1 Kebidanan dari Universitas Airlangga (UNAIR). Setelah itu acara selanjutnya adalah penetapan MPA (Majelis Pertimbangan Agung). Kemudian Rakernas (Rapat Kerja Nasional). Disusul pengesahan AD ART, GBHO, pelantikan PHN, diskusi dan restra oleh sekjen, presentasi per departemen, penetapan proker. Dan terakhir pelantikan Sekjen. Kemudian Istirahat.

Oyah ada yang kelupaan, temen-temen sebenernya pada tahu ga sih, kepanjangan IKAMABI. Ikamabi yang awalnya dulu memiliki kepanjangan Ikatan Mahasiswa Kebidanan, kini berganti arti menjadi Ikatan Lembaga Mahasiswa Kebidanan. Namun demikian, tetap disingkat dengan sebutan IKAMABI melalui proses perdebatan yang panjang. Untuk kemudian ini disahkan dalam AD ART dan GBHO IKAMABI.

Hari Keempat : Kamis, 14 Maret 2013

Pagi-pagi sekitar pukul 03.00 WITA kami sudah dibangunkan oleh panitia LO untuk melaksanakan sholat lail (malam) + sholat subuh + zikir bersama. Kebetulan saat itu saya sedang tidak sholat, jadi saya hanya ikut zikirnya saja. Dengan mata yang masih 2,5 watt antara sadar dan tidak dan juga dengan badan yang terasa pegal, saya berzikir bersama pengurus IKAMABI PHN dan panitia Munas Rakernas yang dipimpin oleh Ustad dari UMI. Walaupun demikian, lama-kelamaan saya terenyuh dalam untaian zikir yang disenandungkan, hingga pada akhirnya tetesan air mata keluar mengalir di pipi.

Pukul 07.15 WITA kami bergegas untuk sarapan. Karena ini hari terakhir kami di makassar, kami bertiga ga mau lagi nih ketinggalan sarapan seperti dua hari kemarin. Yes, bener ternyata kita sampai meja makan cukup pagi, yah setidaknya cukup awal, walau bukan yang pertama.

Lanjut lagi yuk rapat sidang. Kali ini pengurus harian nasional (PHN) Ikamabi akan menetapkan  iuran keanggotaan. Setelah itu tenderisasi Munas Rakernas IKAMABI 2014. Dengan calon tender ada 3 yaitu dari UNPAD, Poltekkes Surakarta, dan UNAIR. Dan akhirnya terpilih Unpad sebagai pemenang Tender Munas Rakernas Ikamabi tahun depan.

Karena kemarin presentasi proker per departemen belum bisa dilaksanakan, maka dilanjutkan setelah tenderisasi. Mengingat waktu yang mepet, tiap departemen dibatasi waktu dalam menyampaikan prokernya. Karena untuk selanjutnya ada motivation training dari UMI.

Tepat pukul 12.00 WITA motivation training selesai. Kami peserta delegasi dan seluruh pengurus harian nasional (PHN) Ikamabi diminta segera keluar dari aula, karena kita harus segera check-out dari hotel. Tapi sebelumnya, kita diminta coffe break dulu untuk menikmati dan mencicipi oleh-oleh yang sudah dibawakan oleh PHN dari setiap perwakilan daerah. Dari solo bawa intip loh.

Pukul 15.00 WITA kami berangkat menuju Pantai Losari. Sebelumnya tas dan koper kami diminta panitia untuk dimasukkan ke mobil terlebih dahulu. Dari pada mau jalan-jalan ke Losari masih jinjing-jinjing tas sama koper itu kan repot. Oke kita ikutin deh kata panitia.

Meluncur ke pantai losari, sebelumnya kita mampir dulu ke pusat oleh-oleh makassar. Ini anak-anak IKAMABI pada grudukan semua mau beli oleh-oleh. Ada yang beli kain tenun, kaos oblong bertuliskan makassar, gantungan kunci kupu-kupu, gantungan kinci makassar, dan yang paling banyak pada beli makanan. Kalau saya Cuma beli bagea sama krupuk bawang doang. Maklum ngirit duit, hehe.

Setelah beli oleh-oleh, kami langsung menuju Pantai Losari. Jalan kaki aja sih, soalnya emang deket. Wuuihh keren ternyata pantai Losari, pantainya masih bersih, mana tempatnya bagus banget lagi buat objek foto, buat background foto gitu. Mana mungkin kami menyia-nyiakan kesempatan ini, jepret dulu ahh.

makassar

Waktu menunjuukkan pukul 17.00 WITA, kami melanjutkan rapat kecil-kecilan di pantai losari untuk menentukan dan menetapkan tender LKMM dan Upgrading Ikamabi. Kalau dilihat aneh juga sih rapat di tempat wisata. Tapi itulah IKAMABI yang semangat. loyal, dan bertanggung jawab dengan amanah yang ia emban. 

Tenderisasi pelakasanaan LKMM Nasional IKAMABI dipegang oelh Universitas Airlangga (UNAIR) dan untuk tenderisasi pelaksanaan Upgrading dipegang oleh Poltekkes Surakarta.

Pukul 18.15 WITA kami kembali ke hotel untuk mengambil barang-barang kami. Disini ada yang janggal, setibanya di hotel kami rombongan UNS menanyakan “Dimana tas dan koper kami ?”. Panitia menyatakan bahwa koper kami sudah ada di bandara. Kenapa kita ngerasa janggal, soalnya tas koper temen-temen yang lain tadinya enggak dititipin ke mobil tapi dititipin di hotel.

Ya sudahlah dengan wajah yang sudah lemas, capek dan ngantuk, kita yakin aja kalo tas koper kami sudah ada di bandara. Oke langsung cus ke bandara pukul 19.25 WITA. Diperjalanan karena saya sangat ngantuk sekali, apalah daya mata ini tak tertahankan untuk terpejam.

Pukul 20.30 WITA kami tiba di bandara Sultan Hassanuddin. Dan teryata kenyataannya tas dan koper kami tidak ada di bandara. Wah, apa maksud ini semua. Apakah ini nasib kita, pulang tanpa barang bawaan?

Terlihat kepanikan panitia mencari tas koper kami. Terlihat pula kekecewaan kami atas kinerja dan kurangnya koordinasi panitia. Setelah dapat dihubungi, ternyata tas dan koper kami masih ada di dalam mobil. Padahal mobilnya tadi udah sempet ke bandara loh buat nganterin mbak Hanifah dan mbak Dina dari Unpad. Tapi tuh mobil bukannya stay atau nge-drop-in tas ransel sama koper kami. Tetapi malah balik ke hotel dengan membawa tas dan kopernya itu pula. Hmm, bisa buat evaluasi munas rakernas tahun depan.

Jam tangan menunjukkan pukul 21.00 WITA, padahal kami harus terbang pukul 21.30 WITA. Dengan modal tiket kami segera check-in terlebih dulu. Eh tapi ada satu personil anak UNS yang tiket pesawatnya ada di tas yang kebawa sama mobil. Melihat waktu yang terus berjalan dan telah menunjukkan pukul 21.15 kami segera masuk menuju pintu gate pesawat. Dengan terpaksa kami meninggalkan koper dan bebera[a tas ransel kami di makassar. Dan lebih parahnya lagi kami meninggalkan mbak Itan di makassar, hanya karena tiketnya ada di tas. “Hati-hati mbak Intan”, pesan saya.

Bayangin aja untuk sampai pintu gate pesawat Lion Air kudu naik eskalator terus jalannya yang jauh banget naudhubillah. Tapi alhamdulillah sampai juga di pesawat dan untungnya belum ditinggal. Pengalaman yang menarik. Saya lihat mata mbak Indah dan mbak Cantika berkaca-kaca dan sedikit tertetes mungkin karena ga tega harus meninggalkan mbak Intan sendiri di Makassar.

Satu setengah jam berlalu, tibalah kami di International Juanda airport tepat pukul 23.00 WITA. Ups, maksudku 22.00 WIB. Hah, disini ada yang aneh, sepertinya kami melihat wajah mbak Intan keluar dari pintu gate pesawat. Sedikit ga percaya, mbak Intan ikut bersama kami. Ternyata, tiket pesawat atas nama Intan Fadlilah di cetak ulang, jadi mbak Intan bisa ikut terbang bersama kami.

Di bandara kita, yaitu anak-anak UNS dan Poltekkes Solo  menyempatkan sholat isya’ dahulu. Setelah sholat, kami mencari taxi menuju terminal. Sesampainya di terminal, kami cari makan dulu. Yap makan nasi goreng di dekat terminal.

Pukul 23.50 WIB kami naik bus Eka menuju Solo (Surakarta). Betapa senangnya kami, akhirnya dapat kendaraan umum buat pulang. Sekitar pukul 03.00 WIB kami dibangunkan kernet bus untuk makan dulu. Sehabis makan, kita melanjutkan perjalanan lagi.

Akhirnya pukul 06.00 WIB tibalah kami di Surakarta (Solo). Ada yang turun di depan kampus Kentingan, sedangkan saya dan mbak Indah turun di kampus Tirtomoyo.

Beginilah serangkaian perjalanan saya bersama kakak-kakak UNS dan PHN IKAMABI 2013. Merupakan suatu kebanggaan bagi saya bisa melihat secara langsung bagaimana IKAMABI itu, bahkan dibela-belain jauh-jauh datang ke makassar. Makasi Himadan sudah ditunjuk sebagai delegasi perwakilan UNS. That is my best experience, here I was studying about responsibility, teamwork, loyalities, togetherness and a sense of ownership about IKAMABI. I’m proud with you, Ikamabi.

ikamabi @makassar

Biar kelihatan kalau kami beneran jalan-jalan ke Makassar, nih ada sedikit bukti hasil jeprat-jepret kami. Look this! Have fun guys! Once more times, I will say thank you for Himadan yang sudah memberi kesempatan saya untuk ikut Munas Rakernas ini. 

Big thanks to Allah, Rasul, and kakak-kakakku Himadan :)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Protected by WP Anti Spam